seni
1.
Tari Bedoyo Wulandaru Blambangan(Jawa Timur)

Logam benggol (mata uang pada zaman
penjajahan dan sekarang digantikan dengan mata uang logam). Beras kuning yang Pada
akhir pertunjukan, para penari Secara etimologi, “wulandaru” merupakan gabungan dari “wulan” dan “ndaru”.
“Wulan” berarti bulan, yang secara luas dapat dimaknai menerangi kegelapan.
“Ndaru” berarti bintang jatuh, atau secara filosofis dimaknai sebagai tanda
keberuntungan. Sementara, “bedoyo”
merujuk pada para penari yang membawakannya. “Bedoyo” merupakan ungkapan yang
ditujukan kepada para wanita yang membawakan sebuah tari.
Melalui tari ini, masyarakat Blambangan ingin mengungkapkan kebahagiaan
mereka, yang bagai mendapat sinar bulan yang terang dan keberuntungan yang luar
biasa. Gerak tari dan musik yang mengiringi tari bedoyo wulandaru merupakan
pengembangan serta pengayaan yang terdapat pada musik sablang dan gandrung
Banyuwangi. akan melemparkan beras kuning dan ditaburkan untuk mengusir
segala bala dan gangguan. Sementara, logam benggol untuk mengikat hati rakyat
agar tetap mendukung dan patuh pada pemerintah yang sedang berkuasa.
2. Wayang Golek(Sunda)

Wayang golek mirip dengan wayang kulit ya.
Tapi 2 jenis wayang ini ternyata berbeda bentuk lho. Wayang itu sendiri mengandung
arti boneka tiruan manusia yang terbuat dari pahatan kayu atau kulit. Nah,
sekarang tau kan perbedaan wayang kulit dan wayang golek. Dalam pertunjukan
wayang golek, sang dalang selalu menggunakan bahasa daerahnya.
Ciri-ciri kesenian wayang adalah selalu
membutuhkan bantuan Dalang yaitu sebutan untuk orang yang mengendalikan para
wayang. 1 dalang bisa memainkan 4-10 karakter wayang. Namun sayang, dengan
karakter suara yang berbeda-beda dari tiap karakter wayang, membuat kesenian ini kian sepi. Suara yang berubah-rubah membuat
profesi dalang sedikit peminatnya. Tidak putus asa disini, ternyata ada
perkumpulan untuk orang-orang yang ingin belajar menjadi dalang lho namanya
Yayasan Citra Dangiang Seni. Kamu pecinta seni sunda? Lestarikan budaya sunda.

Tari Serimpi merupakan tari l jawa klasik yang berasal dari Surakarta. Pada awalnya, tari Serimpi dibawa oleh Kesultanan Mataram yang selanjutnya dilestarikan oleh empat istana pewarisnya yakni di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Tari Serimpi ini memiliki gerakan yang lemah gemulai karena tari Serimpi mencerminkan makna kesopanan, kelemah lembutan, dan kehalusan budi yang terlihat dari gestur gerakannya serta diiringi oleh merdunya suara gamelan.
bagus....
BalasHapus